Jumat, 23 November 2012

Variabel Penelitian


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kegiatan penelitian merupakan sarana ilmu pengetahuan dan teknologi. Hasil-hasil yang dicapai dan berguna bagi kehidupan manusia dimulai dari kegiatan penelitian bahkan menjadi tradisi yang berlaku dalam pergaulan masyarakat ilmiah. Pengetahuan dan teknologi diperoleh saat ini dipastikan melalui kegiatan penelitian termasuk ilmu-ilmu social, pendidikan, pertanian, serta ilmu hukum.
Dalam memulai penelitian, seorang peneliti harus mentukan objek penelitian. Penentuan ini harus dipikirkan secara matang agar simpulan dari penelitian dapat tercapai dengan baik. Segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian ini disebut sebagai variabel penelitian.
            Selain itu, variabel-variabel yang telah didefinisikan perlu diklasifikasikan, sesuai dengan jenis dan peranannya dalam penelitian. Klasifikasi ini sangat perlu untuk penentuan alat pengambilan data apa yang akan digunakan dan metode analisis mana yang sesuai untuk diterapkan.
1
 
            Oleh karena itu, Peneliti harus mengetahui pengklasifikasian variable penelitian, agar tidak mengalami kesulitan dalam menentukan objek pengamatan dalam peneltian.
B.      Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu:
1.      Apa pengertian variabel?
2.      Apa saja Klasifikasi variabel?



















BAB II
PEMBAHASAN

A.                Pengertian Variabel
       . Variabel merupakan suatu istilah yang berasal dari kata vary dan able yang berarti “berubah” dan “dapat”. Jadi kata variabel berarti dapat berubah. Oleh sebab itu setiap variabel dapat diberi nilai, dan nilai itu berubah-ubah.(Mhila: 2012). Menurut Soegeng dalam Tahir (2011:31) variable adalah suatu rancangan yang memiliki variasi nilai, kategori, atau atribut
       Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau objek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek lain. Misalnya tinggi, berat  badan, sikap, motivasi, kepemimpinan, disiplin kerja, merupakan atribut-atribut dari setiap orang. Berat, ukuran, bentuk, dan warna merupakan atribut-atribut dari obyek.
Menurut Kerlinger bahwa variabel adalah konstrak (constructs) atau sifat yang akan dipelajari. Misalnya, tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda (different values). Dengan demikian variabel itu merupakan suatu yang bervariasi. (mhila: 2012)
3
 
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat dirumuskan di sini bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
B.           Klasifikasi Variabel Penelitian
Variabel dapat diklasifikasikan menggunakan beberapa cara penggolongan, yaitu: berdasarkan sifat, skala, Berdasarkan alat ukur pengumpulan datanya, dan hubungan antara varabel yang satu dengan yang lainnya.
1.      Berdasarkan Sifat
Menurut sifatnya, variabel dapat dibagi menjadi tiga, yaitu :
a.       Variabel Kategori
variabel yang dapat diklasifikasi secara pilah (mutually exclusive). Beberapa variabel yang memiliki sifat kategoris antara lain : Jenis kelamin (laki-laki, perempuan), status perkawinan (belum, menikah, janda/duda), warna kulit (putih, hitam, sawo matang), suku (Jawa, Sunda, Batak, Bali, lainnya), dan sebagainya.
b.      Variabel Diskrit
variabel yang dikumpulkan datanya dengan cara membilang atau mencacah. Sebagai hasil proses membilang, maka data diskrit mempunyai satuan ukuran yang utuh, sehingga tidak memungkinkan data berupa pecahan. Contohnya, jumlah anak, jumlah penduduk, usia, jumlah murid, jumlah sekolah, jumlah propinsi, dan sebagainya.
c.       Variabel kontinum
variabel yang datanya terdapat dalam suatu kontinum karena diperoleh dari proses mengukur. Misalnya, data variabel berat badan diperoleh dari hasil pengukuran, misalnya 10 kg. hasil pengukuran tersebut pada dasarnya berada dalam suatu kontinum, mungkin 9,98 kg atau 10,15 kg. data dari variabel kontinum memungkinkan berbentuk pecahan, karena hasil pengukuran berada dalam sebuah kontinum.
(mhila:2012)
2.            Berdasarkan skalanya
Menurut skalanya, variabel dapat dibedakan menjadi empat, yaitu :
a.       Variabel Nominal
 variabel yang tingkat skalanya hanya memilah. Perbedaan nilai variabel tidak mempunyai makna apapun selain untuk keperluan memberikan tanda atau label. Perbedaan nilai tidak mempunyai sifat dapat diurutkan berdasarkan suatu nilai tertentu karena sifat skalanya yang nominal. Misalnya, dalam suatu penelitian, variabel jenis kelamin diambil datanya dengan memberikan skor 1 (satu) untuk responden laki-laki dan skor 0 (nol) untuk perempuan. Meskipun skornya lebih besar, tidak berarti bahwa laki-laki memiliki nilai yang lebih tinggi daripada perempuan. Perbedaan skor tersebut hanya untuk pemberian tanda semata.
b.      Variabel Ordinal
variabel yang peneraan skornya dimaksudkan untuk mengurutkan berdasarkan nilai yang dimiliki objek dalam variabel yang diukur. Oleh karenanya sebuah objek yang mempunyai skor lebih tinggi dari yang lain dapat dikatakan memiliki nilai yang lebih daripada objek lain dalam variabel yang diukur. Siswa yang memperoleh nilai 95 dalam tes prestasi belajar lebih pandai daripada siswa yang memperoleh nilai 80. Termasuk dalam variabel yang mempunyai skala ordinal adalah kecerdasan, prestasi belajar, kreativitas, kemampuan penyesuaian diri dan sebagainya.
c.       Variabel interval
 variabel yang mempunyai skala dengan interval yang sama. Oleh karena mempunyai interval yang sama maka data-data dengan skala interval dapat dijumlahkan. Misalnya, data variabel suhu. Sebuah benda dengan suhu 60oC bila ditambahkan 40oC maka akan menjadi benda dengan suhu 100oC. Hal itu dapat dilakukan karena suhu merupakan variabel dengan skala interval.
d.      Variabel Rasio
variabel yang mempunyai skala tingkat tertinggi. Atau sama dengan skala interval, hanya dia mempunyai angka Nol mutlak. Di dalam  skala ini jarang digunakan pada penelitian di bidang ilmu-ilmu sosial. Tetapi paling banyak terjadi dalam penelitian di bidang ilmu-ilmu eksak. Nol mutlak artinya tidak punya sama sekali, kalau panjang besi diukur dari Nol, artinya dimulai dari titik awal dari besi, karena titik dianggap tidak punya panjang.
(mhila:2012)
3.      Berdasarkan alat ukur pengumpulan datanya
Menurut alat ukur pengumpulan datanya variabel dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
a.       Variabel faktual
variabel yang alat ukurnya tidak perlu dibakukan karena kesalahan data bukan merupakan kesalahan alat ukurnya. Misalnya bila responden tidak jujur mengisi data tentang variabel usia maka kesalahan tidak terletak pada alat ukurnya. Termasuk dalam variabel faktual adalah agama, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, asal daerah, dan asal sekolah.
b.      Variabel konsep
variabel yang alat ukur pengumpulan datanya harus terlebih dahulu dibakukan sebelum digunakan untuk pengumpulan data. Hal itu disebabkan karena ada kemungkinan kesalahan data disebabkan oleh alat ukur yang salah konsep. Misalnya, data motivasi belajar dapat menjadi salah karena butir-butir pertanyaan atau pernyataan tidak mengukur apa yang semestinya diukur (tidak valid) atau tidak memberikan hasil konsisten (tidak reliabel). Termasuk variabel konsep yaitu prestasi belajar, minat belajar, dan sikap tehadap mata pelajaran matematika.
(mhila:2012)
4.      Menurut hubungan antara satu variable dengan variable yang lain
a.      Variabel Independen (variabel bebas)
variabel ini sering disebut sebagai variabel stimulus atau masukan, di lakukan oleh seseorang dalam lingkungannya yang dapat mempengaruhi perilaku hasil. Variabel bebas adalah variabel yang menyebabkan atau mempengaruhi, yaitu faktor – faktor yang di ukur, dimanipulasi, atau oleh peneliti untuk menentukan hubungan antara fenomena yang di observasi atau diamati. Jika seseorang peneliti mengkaji hubungan antara dua variabel, misalnya variabel untuk belajar (A) dan prestasi belajarnya yang di capai oleh pembelajar (B), maka pertanyaan atau masalah yang akan di ajukan” bagaimanakah prestasi belajar yang di capai apabila waktu yang di pakai untuk belajar lebih banyak atau sedikit?”. Berdasarkan rumus penelitian tersebut di atas, banyak atau sedkitnya waktu belajar yang di pakai oleh pembelajar diidentifikasi sebagai variabel terikat. Variabel bebas ini  merupakan suatu kondisi yang mendahului, yaitu suatu keadaan yang di perlukan sebelum hasil yang diinginkan terjadi.
b.      Variabel Dependen (variabel terikat)
Merupakan variabel yang diakibatkan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Makna variabel tergantung dalam penelitian ini di mana variabel tersebut tergantung oleh satu atau pun  banyak variabel yang ada. Contohnya “prestasi hasil belajar” variabel tergantungnya adalah “metode mengajar”, atau bisa juga “tingkat kecerdasan”. Di samping itu, sesungguhnya masih banyak lagi variabel yang dapat mempengaruhi “prestasi hasil belajar”.
c.       Variabel Moderator
Variable yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variable independen dengan dependen. Variable ini sering juga disebut sebagai variable independen ke dua. Hubungan perilaku suami dan istri akan semakin baik klau mempunyai anak, dan akan semakin renggang kalau ada pihak ketiga ikut mencampuri. Disini anak menjadi pihak ketiga sebagai variable moderator yang memperlemah hubungan.
d.      Intervening Variable (variable antara)
variabel ini merupakan variabel yang perlu memperoleh perhatian, sebab dalam variabel ini ada unsur-unsur yang ikut campur tangan dalam hubungannya dengan variabel yang sedang diteliti. Adanya variabel “Intervening” akan dapat diduga bila dalam hubungan antara variabel yang sedang diteliti tidak memperlihatkan pola yang sama pada kesempatan atau lokasi yang berlainan. Misalnya, kerajinan murid dengan prestasi hasil belajarnya, sedang variabel Interveningnya antara lain kesehatan, keadaan rumah tangga siswa, beban keluarga siswa. Pada contoh berikut dikemukakan bahwa tinggi rendahnya penghasilan akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap harapan hidup (panjang pendekna umur). Dalam hal ini ada variable antaranya, yaitu yang berupa gaya hidup seseorang. Antara variable penghasilan dengan gaya hidup, terdapat variable moderator, yaitu budaya lingkungan tempat tinggal.
e.       Variabel Kontrol
Variabel control adalah variabel yang dikendalikan sehingga pengaruh variabel independent terhadap dependent tidak di pengaruhi oleh faktor luar yang tidak di teliti. Variable ini perlu dokontrol, dipertahankan tetap , atau diacak sedemikian rupa sehingga pengaruhnya dinetralisir, dikeluarkan, atau disamakan bagi semua kondisi. Variabel ini sering di gunakan peneliti bila akan melakukan penelitian yang bersifat membandingkan.
(sugiyono,2012:64)













 

BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian atau suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Variabel-variabel yang telah didefinisikan perlu diklasifikasikan, sesuai dengan jenis dan peranannya dalam penelitian. Klasifikasi ini sangat perlu untuk penentuan alat pengambilan data apa yang akan digunakan dan metode analisis mana yang sesuai untuk diterapkan. Variabel dapat diklasifikasikan menggunakan beberapa cara penggolongan, yaitu: berdasarkan sifat, berdasarkan skala, berdasarkan alat ukur pengumpul datanya, dan berdasarkan hubungan antara varabel yang satu dengan yang lainnya.  

B.     Saran
Semoga makalah ini bermanfaat untuk memperkaya dan memperluas wawasan keilmuan kita  sebagai pembaca yang haus  akan ilmu pendidikan. Marilah kita menjadikan diri yang kaya akan pendidikan agar menjadi insan-insan yang terdidik,berbudi pekerti yang baik serta dan bermoral yang berpegang teguh pada agama masing-masing.
11
 
 

DAFTRA PUSTAKA

Sugiyono.2012.Metode Penelitian Pendidikan (Mixed Methods).Jakarta:Alfabeta
Tahir,Muh.2011.Metodologi Penelitian Pendidikan.Makassar:Universitas Muhammadiyah Makassar
Syifamilha.2012.http://syifamilha.blogspot.com/2012/04/variabel-dalam-penelitian.html
7 November 2012



Tidak ada komentar:

Posting Komentar