Minggu, 17 Juli 2011

pengertian membaca menurut beberapa ahli

Smith (Ginting, 2005) bahwa
membaca merupakan suatu proses
membangun pemahaman dari teks yang
tertulis. (www1.bpkpenabur.or.id/
jurnal/04/017-035.pdf ).
Proses membaca menurut Burn, Roe dan
Ross (1984) merupakan proses penerimaan
simbol oleh sensori, kemudian
mengintererpretasikan simbol, atau kata
yang dilihat atau mempersepsikan,
mengikuti logika dan pola tatabahasa dari
kata-kata yang ditulis penulis, mengenali
hubungan antara simbol dan suara antara
kata-kata dan apa yang ingin ditampilkan,
menghubungkan kata-kata kembali kepada
pengalaman langsung untuk memberikan
kata-kata yang bermakna dan mengingat
apa yang merela pelajari dimasa lalu dan
menggabungkan ide baru dan fakta serta
menyetujui minat individu dan sikap yang
merasakan tugas membaca.
Dijabarkan juga oleh Tarigan (1985) bahwa
membaca adalah suatu proses yang
dilakukan serta dipergunakan oleh
pembaca untuk memperoleh pesan, suatu
metode yang dipergunakan untuk
berkomunikasi dengan diri sendiri dan
kadang-kadang orang lain, yaitu
mengkomunikasikan makna yang
terkandung atau tersirat pada lambang-
lambang tertulis. Finochiaro dan Bonomo
(Tarigan, 1985) mendefinisikan secara
singkat, membaca adalah memetik serta
memahamai arti makna yang terkandung
di dalam bahan tertulis.
Sedangkan Juel (Sandjaja, 2005)
mengartikan bahwa membaca adalah
proses untuk mengenal kata dan
memadukan arti kata dalam kalimat dan
struktur bacaan, sehingga hasil akhir dari
proses membaca adalah seseorang mampu
membuat intisari dari bacaan.
(www.unika.ac.id.02/05/05)
Spache & Spache (Petty & Jensen, 1980)
mengemukakan bahwa membaca
merupakan proses yang kompleks yang
terdiri dari dua tahap. Tahap pertama
merupakan tahap dimana individu
melakukan pembedaan terhadap apa yang
dilihatnya, selanjutnya individu berusaha
untuk mengingat kembali, menganalisa,
memutuskan, dan mengevaluasi hal yang
dibacanya. Sebagai suatu proses yang
kompleks, membaca memiliki nilai yang
tinggi dalam perkembangan diri seseorang.
Secara umum orang menilai bahwa
membaca itu identik dengan belajar, dalam
arti memperoleh informasi.
Membaca adalah proses berpikir, hal
tersebut dikemukakan oleh Burn, Roe dan
Ross (1984), maksudnya adalah ketika
seseorang sedang membaca, maka
seseorang tersebut akan mengenali kata
yang memerlukan interpresi dari simbol-
simbal grafis. Untuk memahami sebuah
bacaan sepenuhnya, seseorang harus dapat
menggunakan informasi untuk membuat
kesimpulan dan membaca dengan kritis
dan kreatif agar dapat mengerti bahasa
kiasan, tujuan yang ditetapkan penulis,
mengevaluasi ide-ide yang dituliskan oleh
penulis dan menggunakan ide-ide tersebut
pada situasi yang tepat. Keseluruhan
proses ini merupakan proses berpikir.
Chambers dan Lowry (Burn, Roe dan Ross,
1984) menggaris bawahi juga
menegasakan hal yang sama bahwa
membaca lebih dari sekedar mengenali
kata-kata tetapi juga membawa ingatan
yang tepat, merasakan dan mendefinisikan
beberapa keinginan, mengidentifikasi
sebuah solusi untuk memunuhi keinginan,
memilih cara alternatif, percobaan dengan
memilih, menolak atau menguasai jalan
atau cara yang dipilih, dan memikirkan
beberapa cara dari hasil yang evaluasi. hal
tersebut secara keseluruhan termasuk
respon dari berpikir.
Stauffer (Petty & Jensen, 1980)
menganggap bahwa membaca, merupakan
transmisi pikiran dalam kaitannya untuk
menyalurkan ide atau gagasan. Selain itu,
membaca dapat digunakan untuk
membangun konsep, mengembangkan
perbendaharaan kata, memberi
pengetahuan, menambahkan proses
pengayaan pribadi, mengembangkan
intelektualitas, membantu mengerti dan
memahami problem orang lain,
mengembangkan konsep diri dan sebagai
suatu kesenangan.
Ginting (2005) menyebutkan bahwa
membaca merupakan proses ganda
meliputi proses penglihatan dan proses
tanggapan. Proses penglihatan dijabarkan
oleh Wassman & Rinsky (Ginting, 2005),
sebagai proses penglihatan, membaca
bergantung pada kemampuan melihat
simbol-simbol, oleh karena itu, mata
memainkan peranan penting. Dan sebagai
proses tanggapan dijabarkan Ahuja
(Ginting, 2005), membaca menunjukkan
interpretasi segala sesuatu yang kita
persepsi. Proses membaca juga meliputi
identifikasi simbol-simbol bunyi dan
mengumpulkan makna melalui simbol-
simbol tersebut. Broughton (Gunting,
2005) mengemukakan membaca
merupakan keterampilan yang bersifat
pemahaman (comprehension skills) yang
dapat dianggap berada pada urutan yang
lebih tinggi (higher order).
(www1.bpkpenabur.or.id/
jurnal/04/017-035.pdf).
Lebih jauh lagi, Bowman and Bowman
(Sugiarto, 2001) mengemukakan bahwa
membaca merupakan sarana yang tepat
untuk mempromosikan suatu
pembelajaran sepanjang hayat (life-long
learning). Hal ini senada dengan yang
diungkapkan oleh Allen dan Valette
(Sugiarto, 2001) mengatakan bahwa
membaca adalah sebuah proses yang
berkembang (a developmental
process). Davies (Sugiarto, 2001)
memberikan pengertian membaca sebagai
suatu proses mental atau proses kognitif
yang di dalamnya seorang pembaca
diharapkan bisa mengikuti dan merespon
terhadap pesan si penulis. Dari sini dapat
dilihat bahwa kegiatan membaca
merupakan sebuah kegiatan yang bersifat
aktif dan interaktif.
(www,depdiknas.go.id/jurnal/37/
perbedaan_hasil_belajar_membaca.htm).
Ditegaskan oleh Cole (1963) bahwa
membaca mempunyai nilai besar untuk
orang dewasa karena berkontribusi pada
perkembangan, seperti dapat
membebaskan dari tekanan, bekerja
dengan penuh inisiatif, mendapatkan
informasi untuk memecahkan konflik dan
mengenali karakter dengan mudah. Lebih
jauh lagi Cole (1963) menjelaskan bahwa
membaca dapat juga menimbulkan rasa
aman dan merealisasikan diri dalam
kehidupan pribadi seperti hubungan yang
lebih baik dengan keluarga dan kelompok,
perubahan sikap, ide-ide baru serta
semakin menghargai bebagai aktivitas
dalam kehidupan.
Berbagai definisi membaca telah
dipaparkan diatas, dan dapat disimpulkan
bahwa membaca adalah kegiatan fisik dan
mental, yang menuntut seseorang untuk
menginterpretasikan simbol-simbol tulisan
dengan aktif dan kritis sebagai pola
komunikasi dengan diri sendiri agar
pembaca dapat menemukan makna tulisan
dan memperoleh informasi sebagai proses
transmisi pemikiran untuk
mengembangkan intelektualitas dan
pembelajaran sepenjang hayat (life-long
learning).